Lomba Kreatif dengan Mengkreasikan Sedotan

Kunjungan TK Sahabat Montessori Jatayu Kebayoran Baru
12 Maret 2018
Keseruan Kak Abu Mendongeng di RPTRA Pinang Indah
15 Maret 2018

Lomba Kreatif dengan Mengkreasikan Sedotan

Jakarta Selatan—Rutin setiap hari jum’at, Suku Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Sudin Pusip) Kota Administrasi Jakarta Selatan menyelenggarakan kegiatan senam sehat. Bertepatan dengan tanggal 9 Maret 2018, diadakan games yang bertujuan untuk meningkatkan keakraban serta kekompakan seluruh pegawai dan anak-anak magang. Games unik yang diusulkan oleh Ibu Kepala Sudin Pusip Jaksel dipandu oleh Bu Norma dan Bu Dian. Ada enam tim yang anggotanya dibagi secara acak. Games pertama yang dilangsungkan adalah Games Kata Berantai. Satu orang sebagai perwakilan maju ke depan untuk mendapatkan rangkaian kalimat yang akan dibisikkan secara berantai kepada anggota timnya. Orang terakhir yang mendengarkan diharuskan menulis kalimat tersebut dan membacakannya di hadapan seluruh pemain, termasuk juri dan para lawan. Lucunya, tak ada tim yang benar-benar menuliskan kalimat secara tepat. Pada saat dibacakan hasilnya oleh setiap tim, tak sedikit yang tertawa mendengar jawabannya yang “ngawur”. Hanya beberapa tim dengan kata-kata yang hampir  menyerupai yang akhirnya dijadikan sebagai pemenang–untuk diadu di games selanjutnya.

Games selanjutnya adalah membuat sebuah bangunan tertinggi yang tahan bencana alam, seperti gempa dan angin topan. Mungkin terdengar biasa saja, hal yang membuat unik permainan ini adalah bahan bangunan yang terbuat dari sedotan! Benar-benar membuat kita harus memutar otak, bukan? Setiap tim diberikan puluhan sedotan yang akan dirangkai sedemikian rupa hingga mencapai persyaratan yang sudah ditentukan sebelumnya. Lima menit kemudian, bangunan tahan gempa dari setiap tim pun telah siap. Gempa dan angin disimulasikan dengan alat-alat seperti kardus air mineral serta botol minum itu sendiri. Sebagian besar bangunan yang terbuat dari sedotan tergelincir dan ambruk, jatuh dari tangga pintu utama Sudin Perpustakaan dan Kearsipan ketika bencana mulai menerpa. Akhirnya, tiga pemenang pun diumumkan. Lomba pun ditutup dengan Ibu Kepala Sudin Pusip memberikan hadiah berupa uang kepada para pemenang lomba.

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

X